BERDIRI TEGAK MENANTANG UNTUK MENGEJAR IMPIAN
Itu lah yg terbentang di pikiran kami, mengejar impian tidak lah mudah untuk mewujudkan nya. Hanya tekad dan keyakinan yanng bisa membuat kami semangat untuk mengejar mimpi-mimpi itu.
Selasa, 28 April 2015
Ini cerita gue di jakarta di ceritain oleh teman gue, seta:
Gue Seta , dengan sejuta mimpi-gue yakin hidup ini indah...
Bersama dua sahabat gue mimpi itu dimulai, Kenalin sahabat
gue Edo raja kesepian. Dan sahabat gue yang satu lagi Ramdhan, sang pemburu
cinta yang selalu gagal.
Tiap hari kita bersama, bersama menuju mimpi yang nyata.
Berawal dari teman kerja disitulah persahabatan kita dimulai. Mungkin karena
kita satu tujuan, satu pikiran dan satu prinsip yang membuat kemistri kita
menyatu. Gue dan Edo seorang perantau yang tinggal di kota besar dan tidak
mempunyai apa-apa. Rumah kita adalah tempat kos kita berdua. Dan Ramdhan adalah
tuan rumah di kota besar yang gue dan Edo tinggalin sekarang. Hidup gue dan Edo
serba pas-pasan, tidak memiliki tv,apalagi motor. Berbeda dengan Ramdhan yang
memang asli Jakarta dia mempunyai apa yang kita tidak punya di ibukota
ini.Keluarga yang lengkap, rumah tinggal yang nyaman, Tv yang bagus dan
kendaraan motor yang mendukung berpergian. Saat kita sedang satu shift kerja,
motor Ramdhan lah yang kita tumpangi bertiga untuk berangkat kerja, saat pulang
kerja pun kita bertiga selalu bareng naik motor cantiknya Ramdhan. Ya, Ramdhan
lah yang satu-satunya banyak berkorban untuk kita. Kemana-mana kita bertiga,
kebersamaan yang tiada duanya. Dan motor cantik milik Ramdhan sosok sahabat
baru bagi kita bertiga.
Disaat kebanyakan orang memikirkan cinta,tapi kita selalu
memikirkan bisnis yang belum pernah terlaksanai. Disaat muda-mudi
bersenang-senang bisa memadu kasih
dengan pacarnya tapi kita bertiga cuek saja tidak memikirkan itu walau hati
sebenernya iri . hiks..hiks.. Tapi kebersamaan kita bertiga adalah kebahagiaan
sejati yang kita rasakan. Kalo orang-orang jalan ke mall, nonton, makan dan ke kondangan
dengan pacarnya, kita pun sama. Kita jalan ke mall, nonton, dan makan sampai ke
kondangan pun bertiga , Yaaa bagi kita melihat orang pacaran itu lebih
menyenangkan. Menyenangkan banget malah. Haha....
Hari berganti hari, bulan pun berlalu begitu cepat. Kita
beraktifitas seperti biasa, bekerja, nongkrong dan main bareng. Pada Rabu pagi
Edo raja kesepian bertemu dengan seorang wanita yang begitu cantik. Waktu itu
raja kesepian sedang nge gym di tempat fitnes langgananya. Memang nge gym
adalah hobi Edo selain menyanyi karoke yang suaranya bukan main renyek nya.
Lantas raja kesepian tidak mau
melewatkan kesempatan itu. Ia berkenalan dengan wanita cantik itu. Siang nya Sang
pemburu cinta sibuk dengan searching-searching universitas yang ingin
dijajakinya. Walapun dia punya laptop sendiri tapi dia memilih warnet untuk tempat
searching internet, alesannya biar dapat cewek kenalan baru. Alhasil seperti
menyelam sambil minum air, Ramdhan bertemu seorang gadis yang membuatnya
terpanah. Kala itu sang gadis salah masuk ruang komputer warnet yang ternyata
sudah diisi Ramdhan , dan seiring gadis masuk Ramdhan pun sontak kaget karena
pada saat bersamaan Ramdhan tidak sengaja sedang membenarkan resleting celana
yang disangka oleh sang gadis Ramdhan sedang macem-macem. Tersipu malu Ramdhan
terdiam. Menyadari ada yang salah sang gadis pun segera keluar dari ruang
komputer Ramdhan. Dua jam berlalu, Ramdhan memilih untuk pulang . Saat hendak
keluar untuk bayar warnet Ramdhan kebingungan ternyata dompet Ramdhan
tertinggal dirumah. Ramdhan mencoba menelpon Edo agar menemui nya di warnet.
Namun Edo yang di hubungi tidak menjawab. Mengetahui suara gaduh dari ruang
komputer sebelah, sang gadis tadi bertanya ke pada Ramdhan. Setelah megngetahui
yang terjadi sang wanita memberikan uang untuk Ramdhan bayar warnet. Dikasih
lah sepuluh ribu kepada Ramdhan. Dari situ Ramdhan berkenalan dengan sosok
gadis yang baik hati itu, alesan ingin menggantikan uang si gadis, Ramdhan sang
pemburu cinta berusaha meminta nomer telepon si gadis. Sempat menolak si gadis
akhirnya luluh untuk memberikan nomer teleponnya kepada Ramdhan. Singkat cerita
Ramdhan pulang. Dihari yang sama tepatnya menjelang malam, gue pergi ke sebuah
mall untuk membeli film dvd terbaru. Gue orangnya memang gemar menonton
film-film dvd , dan gue bermimpi suatu saat bisa membuat film sendiri. ’ Tiing’ pintu lift terbuka. Karena gue
sedang memainkan handpone saat hendak masuk lift gue menabarak perempuan yang sudah ada di
lift tersebut. Gue pun naik lift menuju lantai 3 mall. Ternyata di lift itu
hanya ada gue dan perempuanitu saja. Disitu
gue meminta maaf karena gue udah menabraknya. Saat gue berjabat tangan seraya
meminta maaf saat itu pula gue merasakan ada yang berbeda. Seakan jatuh cinta
gue ingin mengenal nya lebih jauh.. Tak lama lift berhenti dilantai 2, dan
perempuan itu keluar meninggalkan gue. Lift lanjut menuju lantai 3, dan gue
menemukan sebuah buku catatan di lantai lift, ternyata buku itu milik perempuan
tadi. Dibuku itu terdapat catatan kecil seperti rangkuman pelajaran pekuliahan,
dan di belakang buku ada data diri berserta nomer telpon. Mungkin ini si
empunya buku. Setelah mendapatkan film dvd gue pulang ke kos san. Sesampainya
di kosan ternyata dua sahabat gue sudah menunggu di kos dan kita pun berkumpul untuk
menontonton film dvd yag baru saja gue beli, disela-sela menonton gue mencoba
menghubungi nomer telepon yang tertera di buku catatan yang gue temui tadi. pucuk
dicinta ulampun tiba gue akhirnya bisa berkenalan lebih jauh dengan perempuan
sekaligus si yg punya buku yang gue tabrak di lift tadi. Singkat perkenalan
selesai... Malam semakin larut, si Ramdhan memutuskan menginap di kosan kami,
dan kita semua tertidur lelap sebelum film yang kita tonton selesai . zZZzZZ....
Pagi pun tiba, tak biasanya kita bangun pagi. Seketika dipagi buta kita
terbangun untuk mencari hp masing-masing. Entah apa yang dilakukan oleh Edo dan
Ramdhan dgn hpnya , namun yang pasti kalo gue ingin kirim sms ‘selamat pagi’ ke
perempuan si pemilik buku catatan yg gue temui semalam.. Itulah awal mula gue bertempur atau berjuang untukmhidup di Jakarta. Terimakasih.
Langganan:
Postingan (Atom)
